OOP dan Procedural
Procedural dan Object Oriented Programming (OOP)
Procedural Programming
Pengertian
Procedural programming adalah dilakukan dengan memberikan serangkaian perintah yang berurutan. Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newman (stored program concept) sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi dan memori data, nah kemudian dari pada itu masing-masing memori tersebut dapat diberi nama dan nilai, selanjutnya instruksi akan dieksekusi satu persatu secara sekuensial oleh sebuah proses tunggal.
Paradigma Prosedural atau dikenal juga dengan paradigma imperatif menggunakan metode pemrograman dengan mengeluarkan perintah yang akan dieksekusi oleh komputer. Baris demi baris dieksekusi secara berurutan mulai dari baris atas hingga bawah, dimana semua data dan kode digabung menjadi satu bagian dalam satu program. Kata kunci dalam paradigma pemrograman ini adalah:
Algoritma + Struktur Data = Program
Contoh bahasa pemrogaman yang menggunakan paradigma ini adalah bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran, dan C.
Kelebihan
Keuntungan pemrograman dengan paradigma ini adalah pada kesederhanaan, efisiensi, dan keefektifan eksekusi barisan perintah program, karena sangat dekat dengan bahasa mesin. Selain itu, penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami karena hanya memiliki 3 struktur dasar, yaitu struktur berurutan, struktur seleksi dan struktur perulangan.
Kekurangan
kekurangannya adalah cara penulisan programnya sangat jauh dari “kebiasaan manusia” dan tidak alamiah, karena programmer harus memikirkan sampai dengan mana batasan-batasan yang bisa dikerjakan oleh komputer. Selain itu, program cukup sulit untuk dirawat karena susah untuk diubah tanpa harus mempengaruhi fungsi sistem secara keseluruhan.
Object Oriented Programming (OOP)
Pengertian
Object Oriented Programming (OOP) merupakan gaya pemrograman atau ada juga yang menyebutnya paradigma pemrograman atau cara kita menuliskan kode pemrograman kita. Paradigma ini menawarkan konsep modular, kemudahan untuk digunakan kembali, dan kemudahan modifikasi. Banyak bahasa pemrograman yang menggunakan paradigma OOP, yaitu bahasa pemrograman Visual Foxpro, Java, C++, Ruby, Python, PHP, Perl, dan lain-lain.
Kelebihan
Kelebihan pemrograman dengan paradigma OOP adalah dalam mendefinisikan sebuah class cukup sekali tidak perlu ditulis berulang kali. Selain itu, dapat menambahkan fitur pada class tanpa harus mengedit class asal, dapat menggunakan sebuah objek tanpa harus tahu teknis yang ada didalamnya, data dapat diatur secara private sehingga tidak berpengaruh pada fungsi lainnya, serta dapat membangun library-library yang dapat memudahkan programmer dalam membangun sebuah sistem informasi.
Kekurangan
kekurangannya diantaranya adalah membutuhkan ruang memori yang lebih besar dibandingkan dengan pemrograman terstruktur, dan karena sangat responsive maka program dapat dengan mudah diurai sehingga sulit disembunyikan untuk kepentingan security.
Perbedanan Programan Procedural dan Object Oriented Programming (OOP)
perbedaan antara OOP dan procedural sebagai berikut :
|
NO |
Procedural |
NO |
OOP |
|
1. |
Fokus utama pada fungsi dan prosedur yang beroperasi pada data |
1. |
Menekankan pada data yang sedang beroperasi dan tidak fungsi atauprosedur |
|
2. |
Program besar terbagi dalam program unit kecil yang disebut fungsi |
2. |
Program dibagi ke dalam apa yang disebut objek |
|
3. |
Data dan fungsi diperlakukan sebagai entitas terpisah |
3. |
Data dan fungsi diperlakukan sebagai entitas terpisah |
|
4. |
Data bebas bergerak di sekitar sistem dari satu fungsi lain |
4. |
Data tersemmbunyi dan tidak dapat diakses oleh fungsi eksternal |
|
5. |
Data bersifat pasif |
5. |
Objek-objek dalam OOP bersifat aktif |
|
6. |
Program desain dengan pendekatan “Top Down” yaitu tugas-tugas kompleks dipecah menjadi bagian yang lebih kecil, sampai sub-tugas tersebut mudah diimplementasikan |
6. |
Program desain pendekatan “Buttom Up” yaitu memuat prosedur-prosedur untuk menyelesaian tugas-tugas yang sederhana, kemudian menggabungkan prosedur-prosedur tersebut dalam prosedur yang lebih kompleks, sampai fungsionalitas yang ingin tercapai |
Perbedaan Bahasa Pemrograman Pascal (Procedural) dengan C++ (OOP)
|
No |
Segi Perbedaan |
pascal |
C++ |
|
1. |
Kerangkanya |
program
namaprogram; |
#include |
|
2. |
Banyak Ngetik VS Simbol |
lebih banyak kosakata untuk perintah-perintahnya. |
lebih banyak simbol-simbol seperti {, %, / dsb. |
|
3. |
Case Sensivy |
Kata-kata tidak membedakan besar-kecilnya. Misal “Saya” = “SaYa” |
Variabel / keyword / konstanta dibedakan besar-kecilnya.Misal “Saya” ≠ “SaYa” |
|
4. |
Format File |
formatnya ” .pas ” |
formatnya ” .cpp” |
|
5. |
Tipe Data |
memiliki tipe data kusus |
secara kusus tidak ada |
|
6. |
Deklarasi Variabel |
menganut style post-defined. |
menganut style pre-defined. |
Catatan: Pre-define type dalam C++ adalah tipe data disebut terlebih dahulu baru kemudian variabelnya. Sedangkan Pascal menyebut variabel dahulu baru tipe data. Dan juga ada sintaks tambahan yaitu var sebelum menyebut nama variabel.
Persamaan Bahasa Pemrograman Pascal dan C++
- Sama sama penerus dari bahasa algol
- waktu pertama kali muncul yang hampir bersamaan
- Tanda semicolon, seperti titik koma dll, merupakan pemisah antar statemen
- Nama variabel tidak terbatas pada panjangnya
- Index array dibuat tidak terbatas
Penyusun:
- 11906977 Ade Ilham
- 11907539 Siti Iswanti
- 11907605 Zahrani Putri Solehah
Komentar
Posting Komentar